Sejarah Masjid Asy Syech Yahya

/Sejarah Masjid Asy Syech Yahya
Sejarah Masjid Asy Syech Yahya 2019-09-07T00:54:16+00:00

SEJARAH SINGKAT MASJID SYEKH YAHYA MUARA ENIM

Masjid Jamik Syekh Yahya Muara Enim merupakan salah satu jejak sejarah perjuangan Syekh Yahya bin Abdullah, menegakkan dan menantang Islam di Kabupaten Muara Enim yang selanjutnya menyebar ke berbagai penjuru hingga Semenanjung Malaya.

Menurut catatan sejarah yang terdokumentasi,  Masjid SyekhYahya MuaraEnim  yang terdapat di Jalan Pangeran Danal Kampung 3 Kelurahan / Kecamatan / Kabupaten Muara Enim (Sumatra Selatan) di tahun 1904, berawal dari bangunan Surau (Langgar / Mushola) Syekh Yahya juga Masyhur bernama Mashur, wallahu’lam), dengan luas tanah 30 × 25 M2. Masjid ini dibangun dari kayu, dibangun gotong royong masyarakat, dengan Syekh Yahya, selesai dibangun pembangunannya hingga selesai.

Pada sekitar tahun 1929-1930 masjid dipugar dengan konstruksi beton, baik fondasi maupun dinding, dengan atap genteng dan bangunan kubah di atas. Bahan bangunan seperti batu koral dan pasir, diambil warga sekitar dari Sungai Enim yang diambil sekitar 150 M, baik warga laki-laki maupun perempuan, dari orang tua hingga anak-anak, demikian pula bahan kayu, ditebang dari hutan dan disediakan secara sukarela oleh warga. Kayu-kayu bekas bangunan lama digunakan untuk membangun sebuah rumah kecil di samping bangunan utama masjid, untuk mendirikan kaum musafir. Mudah2an Allah Swt menganjurkan layanan mereka sebagai amal jariyah, Aamiin.

Tahun 1950-an diterbitkan masjid ini diumumkan secara resmi di Kantor Urusan Agama Kabupaten Muara Enim dengan status Masjid Jamik Muara Enim. Lalu di tahun 1955 bangunannya dibuat dan dibuat bertingkat dua, semuanya dilakukan bergotong royong warga, dengan seluruh peserta dermawan, baik warga sekitar maupun warga Kabupaten Muara Enim di perantauan.

Tahun 1960, saat itu dipimpin KH Nawawi, masjid kembali termasuk bangunan pendukung yang berada di bagian depan bangunan utama. Saat masjid dipimpin Denseri Dinah (yang saat ini disetujui Depati) bangunan masjid yang dibuat dan dibuat bertingkat dua, sedangkan untuk bagian atas proses pembangunannya rampung selama beberapa tahun ke depan.

Tanggal 15 Juni 1982, saat masjid dipimpin Masrun Menasin, setelah kembali menyelesaikan dengan lantai keramik, atas persetujuan para ulama dan tokoh masyarakat yang menerima Pemerintah Kabupaten Muara Enim, masjid ini bernama Masjid Jamik. Syekh Yahya Muara Enim Yahya Bin Abdullah atas pembangunan masjid ini pada awalnya dan membuat rumah ibadat sebagai pusat pengembangan Islam sejak semasa melanjutkan.

Setelah tahun 1982, masjid ini sedang direnovasi beberapa kali renovasi. Saat ini dipimpin Thalib Yahya, dengan mempertimbangkan kapasitas tampung jemaah, beberapa tiang penyangga baik di teras maupun lima pilar utama di bagian yang menjadi ciri bangunan di masa lalu, selesai dipotong. Sementara jendela dan pintu kayu tetap. Adalah bangunan menara yang semula di bagian muka dipindah ke bagian lebih dekat dengan mihrob. Lalu saat dipimpin Albeni Masrun, lantai keramik diganti granit, dinding kayu dipasang kaca diganti, dan untuk menambah kesejukan, di beberapa sudut bagian dalam masjid juga dipasang alat pengangkutan udara, baik AC maupun kipas angin.

Sekarang, masjid ini telah semakin luas, semakin megah, semakin besar masjid modern, juga sekarang telah memiliki teras gantung (mezzanine) yang diperuntukkan bagi kaum wanita saat sholat Ied atau kegiatan agama lain berskala besar. Maka, jika sekarang Anda berkunjung, akan mendapatinya sebagai bangunan ibadah yang megah dan setiap pertemuan berjalan banyak kegiatan keagamaan.

Tanggal 8 Juni 2019 lalu, pendaftar orang-orang Syekh Yahya dari berbagai daerah termasuk dari Malaysia, yang setiap dua tahun bersilaturahmi, datang dan melakukan sholat berjamaah di masjid ini. Pertemuan pagi di Gedung Serba Guna (GSG) Lima Putri di Kelita Pelita Sari, Kota Muara Enim, milik Zaleha, salah seorang Cicit (tentara tiga) Syekh Yahya. Dan seperti biasa pada setiap kali pertemuan, selain sholat berjamaah dan berdoa, di tempat itu Zuriyat Syekh Yahya yang hadir juga mengumpulkan dana dan berkontribusi suka rela dan menyerahkannya kepada pengurus masjid yang mereka cintai ini. Semoga keberkahan menyertai setiap kebaikan yang dilakukan. Aamiin yaa Robbal Aalamiin.

Pimpinan Masjid Syekh Yahya Dari Masa ke Masa:

1. Syekh Yahya
2. KH Nawawi
3. KH Kamaluddin
4. Denseri Dinah
5 Masrun Menasin
6. Thalib Yahya
7. Albeni Masrun
8. Izwar Hamzah

Ditulis dari berbagai sumber.
Penulis adalah kumpulan kedua Syekh Yahya, Anak Umi Kalsum Binti Yahya

 – bersama  Iklim Cahya .